Hukum Menjadi Makmum di Belakang Imam yang Beristighasah Kepada Selain Allah

Soal : Seseorang hidup di komunitas yang beristighasah kepada selain Allah, apakah boleh baginya sholat di belakang mereka ? Apakah dia juga wajib berhijrah dari komunitas tersebut ? Apakah kesyirikan yang mereka lakukan kesyirikan yang berat ? Apakah berwala'(loyalitas) dengan mereka sama dengan berwala’ terhadap kafir hakiki ?

Jawab : Apabila memang keadaan orang itu seperti yang kau ucapkan yaitu beristighasah kepada selain Allah, seperti istighasah kepada mayat, atau kepada orang yang masih hidup akan tetapi keberadaannya gaib(jauh dan tidak bisa berhubungan.red) atau istighasah kepada batu, pohon, bintang dan lainnya, maka kesyirikan yang mereka lakukan adalah syirik besar yang mengeluarkan pelakunya dari agama Islam. Tidak boleh berwala’ kepada mereka sebagaimana tidak bolehnya seorang berwala’ kepada orang kafir, tidak sah sholat di belakang mereka, tidak boleh menjadikan mereka sahabat dan tidak boleh hidup bersama mereka kecuali bagi seseorang yang mau mendakwahi mereka kepada kebenaran di atas ilmu. Iapun berharap agar orang – orang mau menerima dakwahnya hingga berubah keadaan manusia dengan dakwahnya tadi. Jika tidak seperti itu keadaannya, maka wajib baginya untuk hijrah dan bergabung dengan komunitas lain yang ia dan mereka bisa saling tolong – menolong untuk menegakkan agama baik ushul maupun furu’nya juga menghidupkan sunnah Rasulullah S.A.W. Jika ia tidak menemukan komunitas yang baik ini, maka hendaknya ia memisahkan diri dari komunitas buruknya walau harus merasakan cobaan yang berat.

Sebagaimana telah shahih dari Hudzaifah ibnul Yaman beliau berkata,”Dulu manusia bertanya kepada Rasulullah tentang kebaikan dan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena takut terjatuh kedalamnya. Maka aku berkata, Ya Rasulullah kami dulu dalam kebodohan dan keburukan kemudian Allah memberikan kami kebaikan Islam. Apakah akan datang keburukan setelah kebaikan ini ? Kata beliau, Ya.Kemudian apakah datang kebaikan setelah keburukan yang terjadi ? Kata beliau, Ya dan didalamnya ada asap.Aku bertanya, asap apakah itu? beliau berkata,kaum yang mengambil sunnah tidak dengan sunnahku dan mengambil petunjuk tidak dengan petunjukku, kau kenal sebagian dari mereka akan tapi kau ingkari. Apakah setelah kebaikan ini ada keburukan ? Beliau berkata, Ya, Dai yang berdiri di atas pintu neraka, barang siapa yang menerima dakwahnya maka ia akan dilemparkan ke dalam neraka Jahannam. Ya Rasulullah,berikan kami ciri – ciri mereka. Beliau berkata, ya, kulit mereka sama seperti kulit kita,mereka berbicara dengan bahasa kita. Aku berkata, Ya Rasulullah apa yang kau perintahkan padaku apabila aku bertemu dengan hal ini ?Beliau berkata, senantiasalah engkau bersama kaum muslimin dan imam mereka. Aku berkata,kalau tidak ada jamaah kaum muslimin dan imam mereka ? Beliau berkata, jauhilah semua kelompok tersebut walaupun engkau harus menggigit akar pohon hingga maut menjemputmu dan engkau berada dalam keadaan tersebut”(muttafaqun alayhi)

Kepada Allah meminta taufik, semoga shalawat serta salam tercurah kepada Nabi Muhammad,keluarga dan juga para sahabat beliau

Sumber : Fatawa lajnah daimah
Maktaba syamila

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s